NGE-CAMP ADALAH TEMPAT TINGGAL DI KAMPUNG INGGRIS YANG TERBAIK

TEMPAT TINGGAL DI KAMPUNG INGGRISKepindahan saya dari camp ternyata cukup memunculkan banyak pertanyaan. Termasuk pertanyaan dari para tutor yang ditanyakan langsung ke saya atau sekedar lewat teman saya. Saya ingat betul setelah beberapa hari pindah, saya mendapat sebuah pertanyaan sekaligus pernyataan dari seorang tutor yang ramah yang mengajar di lembaga kursus bahasa Inggris di Kampung Inggris, CLIent. Sang Tutor akrab dipanggil Mr. Awan, nama lengkapnya Arif Rudiawan, mengajar di kelas Speaking dan Writing. "Ms. Nana nge-kost yah?.... Kenapa?...Wah sayang ya!. Padahal kalau saya pantau, progressnya antum sudah mulai menaik terus terlihat dengan speaking dan writingnya" Begitu kata Mr. Awan lewat sebuah pesan singkat via WhatsApp. Pesan singkat yang sebenarnya membuat saya merasa pengen nangiissss... Ini sih karena terpaksa Sir, berat dan sulit. Sejujurnya, memang saya juga merasakan peningkatan itu. Yah, mau bagaimana lagi. Ibaratnya saat ini saya lagi dapat challenge ala-ala surviver gitu. Saya harus melakukan ini karena masih harus bertahan beberapa bulan kedepan. Jadi, yaa saat ini harus seperti inilah. Satu bulan pertama kedatangan saya di kampung Inggris, saya memilih untuk tinggal di Camp. Pilihan yang beralasan. Maklum kan masih baru.  Lagipula, mendengar cerita teman-teman tentang keseruan tinggal di Camp membuat saya semakin tertarik. Program-program menarik, bangunnya harus pagi banget karena harus pandai mengatur waktu, aturan harus ngomong 24 jam full English (meski banyak juga yang suka melanggar wkwkwk), dipertemukan dengan teman-teman dari berbagai daerah semakin menambah networking. Pokoknya terbaiklah. Kenyataannya memang benar. Tinggal di camp memang sangat menyenangkan. Namun, di bulan kedua saya memutuskan untuk memilih tinggal di kosan. Pilihan sulit sebenarnya. Apalagi disaat saya sudah merasa klop dengan para penghuni camp yang sangat friendly yang membuat saya sangat-sangat betah di Camp. Rasannya berat untuk meninggalkan semuanya. Walaupun seperti itu, yaah harus bagaimana lagi. Pilihan ini harus saya jalani. Mungkin saya hanya butuh waktu untuk membiasakan diri dengan rutinitas yang tidak sama seperti sebelumnya. Lagipula, kosan saya tempati tidak jauh dari lokasi belajar. Masih mudah di jangkau. Saya juga tetap bisa maen di waktu yang luang. Pun tentu saja, saya harus tetap bisa melatih speaking dalam keseharian meski gak berada di English area. Jadi, pilihan untuk tinggal di Camp adalah  pilihan tempat tinggal di kampung Inggris yang terbaik. Camp memiliki program tambahan  yang sangat bermanfaat untuk mempercepat peningkatan dalam belajar bahasa Inggris khususnya Speaking, Listening dan Vocab. Bukan hanya itu, tinggal di Camp akan menghindarkan kita dari banyak nongkrong dan aktivitas lainnnya yang tidak bermanfaat karena program camp yang biasanya cukup banyak. Namun, untuk yang memang tidak bisa nge-camp karena alasan yang logis, tetaplah untuk tetap belajar meski tidak di camp. Yaa memang agak sulit. Tapi, sulit bukan berarti gak bisa. Man Jadda Wajada, Allahu Akbar !!.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *