FILOSOFI KOPI UNTUK STUDI ENGLISH

FILOSOFI KOPI UNTUK STUDI ENGLISH

Gimana rasanya minum kopi sungguhan? Pahit pastinya, tapi anehnya tetap banyak orang yang menjadikannya pujaan. Akibat cintanya para peminum kopi, rasa pahit itu seolah diabaikan, bahkan seringkali dirindukan. Kala minum kopi, lalu rasanya terlalu manis, beberapa pecinta kopi biasanya akan langsung mempertanyakan, sesungguhnya yang mereka minum adalah kopi atau bukan.

Nah, nyambung ke studi English, begitulah seharusnya semangat orang yang belajar bahasa Inggris. Cinta pada bahasa ini wajib dipupuk perlahan sehingga pahitnya menghafal Vocabularies, pahitnya mempelajari rumus-rumus Grammar atau pahitnya berdiri di hadapan orang lain untuk menguasai Speaking terabaikan.

Ketika abai terhadap rasa “pahit” itu sudah hilang, dengan sendirinya rasa kangen akan meradang. Bahkan, kala kita belajar English, lantas tidak merasakan repotnya membuka kamus, tegangnya belajar Speaking atau setresnya belajar Grammar, kita justru bakal mempertanyakan: “sudahkah saya belajar bahasa Inggris dengan penuh keseriusan?”

Oke, itu baru poin pertama dari filosofi kopi bila disambungkan kepada studi English. Filosofi kedua, minum kopi itu bikin kita melek. Mata pun jadi lebih terang dalam memandang. Efek studi English pun sama, kawan. Dengan menguasai bahasa internasional ini, pastinya “mata” pengetahuan kita akan lebih terang. Kenapa? Pastinya karena dalam peradaban saat ini, kendali tengah dikuasai oleh negara adidaya yang menggunakan English sebagai bahasa internasionalnya. Wajar bila kemudian, hampir semua sumber pengetahuan yang terhampar di sekitar kita disajikan dalam bahasa Inggris karena di era ini, itulah bahasa dunia. Kita main HP, petunjuknya pake bahasa Inggris. Kita nonton film, kebanyakan film yang “boom” adalah film bahasa Inggris. Kita kuliah bahkan, hampir semua buku-buku literaturnya pake bahasa Inggris. termasuk kalo kita mau mengejar beasiswa ke luar negeri, utamanya ke negara-negara maju, pasti butuh score bahasa Inggris, baik TOEFL atau IELTS. Nah, kan?!

Artinya, tak usah galau bila dalam perjalanan menguasai bahasa ini kita harus merasakan berbagai citarasa pahit yang cukup menyusahkan karena akhir dari semua pahit itu adalah semakin meleknya kita pada dunia yang tak semua orang mampu melakukannya. So, sudah siap ngopi English? Yuk ke Kampung Inggris! [gud]

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *