EFEKTIFKAH GONTA GANTI KURSUSAN?

          Sebuah kata bijak menyebutkan; semakin kita belajar, semakin kita merasa bodoh. Sejatinya, kata ini bermakna positif karena menyiratkan agar kita tidak puas dengan ilmu yang kita pelajari. Dan, tidak puas dalam belajar ini tentu tidak bisa dimaknai bahwa kita harus terus menerus belajar di kelas dengan seorang guru. Belajar sepatutnya juga dimaknai dengan mencoba mengaplikasikan ilmu kita karena sejatinya dalam aplikasi akan muncul kesempurnaan pada diri.

           Nah, adalah sebuah hal yang disayangkan saat melihat Kampung Inggris dimana banyak pejuang bahasa Inggris memaknai pesan bijak ini dengan beda. Mereka banyak menggantungkan diri dengan berpindah dari kelas ke kelas, dan sering tidak ”pede” dengan ilmu yg dimilikinya. Akhirnya, habislah waktu berbulan-bulan, bahkan setengah tahun atau mungkin 9 bulan hanya untuk studi English. Karenanya, sering saya memotivasi para siswa dengan mengatakan bahwa tutor dan kelas itu hanya pintu gerbang pembuka. Jangan lama-lama belajar dengan mereka. Begitu Anda kuasai pondasinya, larilah sgera ke aplikasi. Karena, semakin Anda sibuk dengan belajar pondasi, semakin Anda susah berpuas diri. Anda akan terus merasa kurang, dan bisa jadi akan tetap tidak pede dengan bahasa Inggris hingga ajal mndekati.

          Ketika Anda ingin bagus di Grammar, misalnya. Jangan Anda sibuk loncat dari 1 kelas Grammar ke Grammar lainnya, atau dari kursusan satu ke yg lainnya hanya untuk mengolah itu sebab semakin Anda melakukan itu, semakin Anda akan merasa bodoh dan tidak yakin dengan ilmu yang Anda pegang. Justru akan lebih tepat bila usai menamatkan kelas Grammar, Anda beli buku Grammar yang direkomendasikan tutornya, mmbacanya dan mngaplikasikannya dalam lisan atau tulisan. Atau, loncatlah ke kelas aplikasi seperti TOEFL atau IELTS sehingga kemampuan Anda bisa segera teruji dan Anda bisa melakukan "muhasabah" atas ilmu yg sudah didapati. Bisa juga, Anda langsung melamar jadi tutor di sebuah lembaga agar ilmunya bisa langsung diasah dengan lebih tajam lagi.

       English itu sederhana, jangan Anda habiskan waktu terlalu panjang hanya untuk menekuninya. Masih banyak hal yang mmbutuhkan perhatian kita mulai dari membangun karir sampai membangun rumah tangga. Dulu, itu pulalah yang saya lakukan sampai saya berada di posisi sekarang ini (English trainer). Sya tidak pernah menyibukkan diri dengan mngikuti satu kelas Grammar ke kelas Grammar lainnya, tapi saya hanya mengikuti sebuah kelas Grammar di kampung terdekat saya, mencukupkan diri dengan buku yang direkomendasikan para ahli, lalu menyibukkan diri dengan aplikasi. Makanya, meski saya asli orang Pare, kelas pertama yg saya ambil di Kampung Inggris justru adalah kelas TOEFL, bukan kelas dasar karena saya percaya, bahasa Inggris saya akan kokoh bila langsung diterjunkan untuk diuji dan karena hidup terlalu sia-sia untuk dihabiskan sekadar demi bahasa Inggris (gud).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *