KELAS SERIUS VS KELAS MARKETING

Well, tahun 2010 adalah tahun pembuka saya mengajar di Pare, dan kalo diitung-itung sampe sekarang berarti udah lebih dari 6 tahun saya jadi tutor, termasuk penyusun kurikulum di lembaga-lembaga Kampung Inggris Pare.

Pertama kali datang ke Pare, sempat saya kaget dengan adanya kelas Vocabularies or Pronounciation di hampir semua kursusan di Kampung Inggris ini. Frankly speaking, saya kaget karena setahu saya, semua itu adalah materi yang sepatutnya bisa dipelajari sendiri. Bahkan, sampe jadi tutor seperti sekarang, belum pernah saya belajar secara khusus di kelas Vocab atau Pronoun.

Sekian tahun berlalu, barulah kemudian saya menyadari bahwa sehebat-hebatnya misi mulia lembaga-lembaga di Pare, kadang tantangan pasar tetap terlalu menggiurkan untuk diabaikan.

Semakin ke sini, semakin saya menyadari bahwa kursusan-kursusan di Pare, secara perlahan dan significant, telah membagi tiap kelas-kelas menjadi 2 bagian:
  • Kelas pemasaran dimana fokusnya lebih kepada sekedar meraup massa yang banyak dengan doktrin bahwa kelas-kelas ini adalah kelas yang penting bagi pemula, dan harus secara khusus mempelajarinya padahal tanpa pendampingan tutor pun terbukti banyak orang bagus di bidang-bidang tersebut, dan daya pribadi adalah bukti hidup dari kasus ini.

  • Di sisi lain, ada kelas serius yang memang diperlukan oleh para siswa karena sedikit dari kita bisa memahami materinya tanpa pendampingan tutor terlebih dahulu seperti kelas Grammar, Writing, TOEFL, IELTS, dst.

Celakanya, banyak kemudian orang yang tidak memahami hal ini sehingga menghabiskan usianya untuk berjibaku dalam kelas-kelas Marketing. Habislah 2 minggunya, 3 minggunya atau beberapa bulannya untuk sesuatu yang semestinya kalau dia memang niat ingin bisa Bahasa Inggris, tak perlu dia mengambil kelas-kelas tersebut.

Perlu dipahami, menguasai Vocab tak lebih dari masalah hafalan, kita baca 1 artikel Djakarta Post perharinya, misal, insya Allah sudah cukup untuk bersaing dengan anak-anak di kelas Vocab.

Sama halnya dengan pronounciation. Semakin sering kita nonton video or denger lagu Bahasa Inggris, semakin mudah juga pronounciation kita tata, bahkan kadang tak perlu hafal phonetic wordnya sebab dalam kedua bidang itu, praktek adalah segalanya. Saya masih ingat benar, semoga ini bukan bagian dari sombong, bagaimana dalam satu mata kuliah saya di jurusan Sastra Inggris, seorang dosen volunteer dari America, pada sebuah interviewnya memberikan pujian atas pronounciation saya yang dirasanya cukup bagus, padahal saya gak pernah hafal phonetic word. Nah kan..., fakta berbicara...

Jadi, intinya adalah, jika tidak ingin membuang waktu sia-sia di Kampung Inggris Pare, fokuskan diri Anda hanya pada kelas-kelas serius yang ada. Terlebih jika goal kita adalah meraih beasiswa dengan nilai TOEFL or IELTS sempurna, menyibukkan diri di kelas Vocabularies atau Pronunciation tak akan banyak membantu kita. Tak percaya? Silahkan datang ke Pare, dan buktikan saja. [ gud ]

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *