GRAMMAR BAGUS, SPEAKING MULUS VOL 02: WIN-WIN SOLUTION

Tips pertama agar kita menjaga kualitas Grammar dalam Speaking adalah pentingnya kita memahami pondasi Grammar terlebih dahulu, dan segera menyertakannya dengan praktek Speaking di kehidupan sehari-hari kita. Jangan pilih kasih dengan mendahulukan salah satu Subject dulu, apalagi mempelajari terlalu lama.

Ingat, terlalu sibuk di Grammar akan kian bikin “saringan” di kepala kita tambah rapat sehingga kita takut bicara, dan belajar Speaking terlalu lama kian membuat saringan kita lemah sehingga kian tidak peka pada kesalahan Grammar.

Kebetulan, saya pernah belajar di sebuah pondok pesantren bersistem bilingual, Arab – Inggris. Di pondok itu, kami dipupuk kemampuan Speakingnya di tahun pertama, dan mulai diajari Grammar di tahun kedua. Di situlah kemudian saya melihat bahwa para santri yang sebelum masuk pondok sudah mendapatkan bekal bahasa Inggris, walau hanya sebatas Tenses ternyata sangat berbeda dengan para santri yang datang dengan keadaan kosong sama sekali. Santri jenis pertama dengan segera mampu mengaplikasikan ilmu yang sudah didapatnya sehingga Speaking mereka sangat tertata, tanpa meninggalkan kaedah Grammarnya. Walau ada salah, sedikit sekali rasanya. Bahkan kebanyakan mereka berani bersaing dalam lomba-lomba pidato bahasa Inggris yang tentunya mengharuskan adanya kefasihan.

Berbeda dengan para santri yang benar-benar gak ada modal bahasa Inggris. Mereka kebanyakan lancar, tapi hancur tatanannya. Bahkan, meski sudah diberi asupan Grammar di tahun kedua, akibat sudah biasa salah, mereka susah untuk berubah. Inilah fatalnya kalau pondasi bahasa Inggris sebagai asas tidak dipahami dulu sebelum masuk ke aplikasi.

So, just give both win-win solution. Dengan kata lain, kesalahan yang sering terulang apada kita adalah terlalu menganak emaskan satu materi sehingga kecakapan kita tidak sempurna. What’s next? Kita kupas di tulisan selanjutnya. [ mr gud ]

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *